Selasa, 18 Juli 2017

DENATURE HERBAL OBAT SEMUA PENYAKIT ( DRUG ALL DISEASES )


CV. DENATURE INDONESIA is a company engaged in the field of alternative medicine based herbs from natural indonesia original, which is made entirely from 100 percent of material which is provided by this beloved Indonesia nature. And need to know together that herbal denature products have been developed and in modern though through modern research conducted by herbalists who master alternative medicine and also has been recommended by medical experts who have competence and dedication in high Respective fields.

All the products we sell are national certified herbs from the Health Department of Indonesia and MUI, all safe in consumption and without side effects, can also be used with medical drugs if you are doing therapy, herbal products denature CPOTB has been applied (How to manufacture Traditional medicine The Good) which is of great concern to BPOM and is a mandatory standard for large scale herbal medicine companies, CPOTB is applied for the security of products for consumers and to enhance the competitiveness of traditional Indonesian medicine industry. "In essence, in addition to consumers, this rule wants to lift IKOT into the drug industry Traditional medium, CPOTB is regulated through the Regulation of the Head of Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) RI no. HK.03.1.23.06.11.5629 of 2011 on Technical Requirements for the Making of Good Traditional Medicine.

Denature herbal products are only sold online through our agents and resellers spread all over Indonesia and some of our agents are located abroad using an agency system which has been set by denature management.
All denature agents have been supplied by experienced mentors and seniors so we try to make consultations for your illness as best possible and as friendly as possible.
To avoid fraud or error resulting from the intern denature or competitor, all orders / ordering of denature herbal medicines use the same denature account on behalf of AWAN UKAYA (CV Denature Indonesia leadership) and we provide 4 account of transfer destination to facilitate the transaction.
· BANK MANDIRI 139 001 012 5510
· BANK BCA 433 017 0552
· BANK BRI 679 101 002 594 539
· BANK BNI 019 209 9611
So if anyone on behalf of the denature make sure the account number of the destination of the order on behalf of the Auk Cloud with the account number.
The herbal denature product consists of herbal medicine for the treatment of hemorrhoids / hemorrhoid, syphilis / rajasinga / gonorrhea, genital warts, liver, cancer, ulcers, scurvy, stroke, liver, diabetes, gout, premature ejaculation, and supplements among others Body fatters, slimming, Herpes, seal / gurah vagina and others.
If you are in doubt on the denature please come to our office on jl. Raya Pahonjean Housing Cendana Asri No. 08-09 Majenang Cilacap Central Java 53257

MORE INFORMATION AND CONSULTATION PLEASE CONTACT NUMBER: 085641710890 (WatsApp, Message, telephone)

========================================================================


CV. DENATURE INDONESIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengobatan alternatif berbahan dasar herbal dari alam indonesia asli, dimana sepenuhnya terbuat dari 100 persen dari bahan yg di sediakan oleh alam Indonesia tercinta ini. dan perlu di ketahui bersama bahwa produk herbal denature selama ini telah di kembangkan dan di olah secara modern melalui penelitian secara modern yang di lakukan oleh para ahli herbal yang menguasai pengobatan alternatif dan juga telah di rekomendasikan oleh para pakar medis yang memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi di bidang masing-masing.

Semua Produk yang kami jual merupakan obat herbal bersertifikasi nasional dari Dinas Kesehatan RI dan MUI, semuanya aman di konsumsi dan tanpa efek samping, bisa juga di gunakan bersama obat medis jika anda sedang melakukan terapi, produk herbal denature telah menerapkan 
CPOTB ( Cara pembuatan Obat tradsional yang Baik) yang menjadi perhatian besar BPOM dan merupakan standar wajib bagi perusahaan Jamu berskala besar, CPOTB diterapkan demi keamanan produk bagi konsumen dan untuk meningkatkan daya saing industri obat tradisional Indonesia.“  Intinya, selain untuk konsumen, aturan ini ingin mengangkat IKOT menjadi industri obat tradisional menengah, CPOTB diatur melalui Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI no. HK.03.1.23.06.11.5629 tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

Produk herbal Denature hanya di jual secara online melalui agen-agen dan reseller kami yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa agen kami bertempat di luar negeri menggunakan sistem keagenan yg telah di atur oleh manajemen denature.
semua agen denature telah di beri bekal oleh mentor maupun senior yang lebih berpengalaman sehingga kami berusaha melayani konsultasi atas penyakit anda sebaik mungkin dan seramah mungkin.
untuk menghindari terjadinya penipuan ataupun kesalahan akibat dari intern denature ataupun kompetitor, semua transaksi order/pemesanan obat herbal denature menggunakan rekening denature yang sama atas nama AWAN UKAYA ( pimpinan CV Denature Indonesia) dan kami menyediakan 4 rekening tujuan transfer untuk mempermudah transaksi.
·           BANK  MANDIRI     139 001 012 5510
·           BANK  BCA                433 017 0552
·           BANK BRI                679 101 002 594 539
·           BANK BNI               019 209 9611
Maka jika ada yang mengatas namakan denature pastikan nomer rekening tujuan pemesanan atas nama Awan ukaya dengan nomor rekening tersebut.
Produk herbal denature terdiri dari obat herbal untuk pengobatan wasir/ambeiensifilis/rajasinga/kencing nanahkutil kelamin, liver, kanker, maagkadas kudisstrokeliverdiabetesasam uratejakulasi dini, dan suplemen-suplemen antara lain penggemuk badanpelangsingHerpes, perapat/gurah vagina dan lainnya.
Jika anda ragu pada denature silahkan datang ke kantor kami di jl. Raya Pahonjean Perumahan Cendana Asri No 08-09 Majenang Cilacap Jawa Tengah 53257

INFORMASI DAN KONSULTASI LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI NOMOR : 085641710890 (WatsApp,Message,telephone)

Senin, 15 Mei 2017

DOWNLOAD MATERI ANIMASI KELAS XI JURUSAN ANIMASI

MATERI ANIMASI KELAS XI JURASAN ANIMASI KTSP :
SEMESTER 1
materi animasi semster 1 dapat di sini (download)


SEMESTER 2
1. merancang gambar interior (download )
2. merancang bambar eksterior (download)
3. membuat gambar properti (download)

materi semster 2 dapat diunduh disini (download)

Selasa, 09 Mei 2017

SKRIPSI PROGRAM PENGGAJIAN GURU DAN KARYAWAN BAB III

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian dilakukan di Sekolah SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas. Penelitian ini dilakukan secara bertahap selama 4 bulan dari bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari 2015.

B.     Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Wawancara
Wawancara adalah pendekatan yang berhubungan langsung dengan sumber data terjadi proses komunikasi untuk mendapatkan datanya (Jogiyanto, 2009). Pengumpulan data ini  dilakukan dengan tanya jawab secara langsung kepada pihak Tata Usaha (TU) khususnya bendahara mengenai masalah-masalah apa yang dikeluhkan dalam melakukan proses penggajian.
2.      Observasi
Menurut Jogiyanto (2005), observasi adalah pengamatan langsung atau kegiatan yang sedang dilakukan. Pada waktu melakukan observasi, analis sistem dapat ikut juga berpartisipasi atau hanya mengamati saja orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tertentu yang diobservasi. Dalam penelitian  ini  peneliti melakukan pengamatan secara langsung kepada bagian bendahara di SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas.
3.      Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan (literature) dilakukan untuk mencari landasan teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan membaca buku-buku perpustakaan, panduan, serta literatur lain yang berkaitan dengan bidang penelitian (Yakub, 2012). Dalam penelitian ini peneliti mempelajari literatur atau buku-buku yang berhubungan dengan perancangan database, selain itu peneliti juga mempelajari penelitian sebelumnya yang berkaitan tentang sistem informasi penggajian sebagai sarana pendukung dalam penyusunan skripsi serta meminta hasil laporan penggajian kepada bendahara SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas yang dapat dijadikan referensi untuk merancang dokumen yang baru.

C.    Alat dan Bahan Penelitian
Spesifikasi Hardware dan Software yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.   Hardware
a.    Intel (R) Core (TM) CPU @2.30GHz  (4CPUs)
b.    Kapasitas Hardisk 320 GB
c.    Memory 2 GB
d.   LID 12dengan resolusi 1366 x 768

2.   Software
a.    Microsoft Windows 7 ultimate
b.    Microsoft visual studio 2010
c.    Crystal report
d.   sql server 2005

D.    Konsep Penelitian
Identifikasi Masalah
1.     Terhapusnya data penggajian karena terlalu banyak file yang tersimpan dengan nama yang berbeda.
2.     Tertunda laporan kepada kepala sekolah dan yayasan.
3.     Mendapat komplain dari guru dan karyawan karena slip gaji sering tidak sesuai dengan yang semestinya dan sering terlambat dari tanggal penggajian.

Perumusan Masalah
Bagaimana merancang dan membangun suatu sistem informasi penggajian di SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas.

Tujuan Penelitian
Untuk membuat sistem informasi penggajian guru dan karyawan pada SMK Ma’rif NU 2 Karanglewas.

Metode Pengumpulan Data
1.        Wawancara
2.        Observasi
3.        Studi Kepustakaan

Metode Pengembangan Sistem
SDLC Waterfall (model sekuensial linier atau alur hidup klasik)

Hasil
Sistem Informasi Penggajian Guru dan Karyawan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas

Gambar 3.1 Kerangka Pikir Penelitian

Alur Pemikiran

















Menurut Jogiyanto dalam Yakub (2012), pengembangan sistem (system development) berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Dalam penelitian ini akan mengganti sistem penggajian yang lama yang ada di SMK  Ma’arif NU 2 Karanglewas dengan sistem penggajian yang baru. 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SDLC waterfall adalah proses mengembangkan atau mengubah sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sitem perangkat lunak sebelumnya (Rosa, 2011). Metode SDLC waterfall sering disebut juga sebagai model sekuensial linier atau alur hidup klasik. Model waterfall menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut mulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, tahap pendukung. Dibawah ini contoh gambar dari model waterfall:
Gambar 3.2 Model Waterfall
(Sumber : Rosa, 2011)
Sistem Informasi
Analisis
Desain
Pengkodean
Pengujian
 






Berikut adalah penjelasan gambar 3.1 diatas :
1)        Analisis
Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan proses pengumpulan kebutuhan yang dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2)        Desain
Desain perangkat lunak adalah proses yang multi langkah yang pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentralansi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi progam pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3)        Pembuatan kode program
Desain harus ditranslasikan kedalam program keperangkat lunak hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain sebelumnya.
4)        Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional serta memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang diinginkan, model pengujian yang digunakan adalah black-box testing. Black-box testing merupakan pendekatan pengujian dimana program dianggap sebagai suatu black-box atau kotak hitam.


SKRIPSI PROGRAM PENGGAJIAN GURU DAN KARYAWAN BAB II


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Landasan Teori
1.      Konsep Dasar Sistem Informasi
a.      Sistem
         Menurut Mcleod dalam Yakub (2012),  sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan.
        Menurut Ludvig Von Bertalanfly dalam Dalam Sunyoto (2014), sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dan dengan lingkungan.
b.      Informasi
Menurut Mcleod dalam Yakub (2012),  informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Menurut Davis dalam Sunyoto (2014), informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan sebagainya.
c.       Sistem Informasi
        Menurut O’Brian dalam Yakub (2012), sistem informasi (information system) merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Menurut Jogiyanto dalam Yakub (2012),  sistem informasi suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan data transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi serta menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Kenneth dan Jane dalam Sunyoto (2014), sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. 
2.      Gaji
Definisi gaji adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayarkan secara periodic, seperti perbulan atau pertahun karena seseorang melaksanakan tanggung jawab pekerjaan (Soegoto, 2009).
Gaji adalah suatu imbalan yang dibayarkan kepada karyawan yang menjabat di perusahaan-perusahaan yang bernaung dibawah pemerintah (BUMN) dan perusahaan-perusahaan swasta berskala besar (nasional dan internasional), mulai dari yang memegang jabatan paling tinggi hingga yang memegang jabatan paling renda (Nayla, 2014).
Perhitungan gaji pegawai di instansi pendidikan meliputi masa kerja, jumlah jam mengajar, jabatan serta daftar kehadiran yang telah tersedia. Masa kerja dihitung sejak tanggal mulai tugas. Jumlah jam mengajar merupakan banyaknya jam mengajar yang dibebankan kepada masing-masing guru, sedangkan untuk karyawan tidak memiliki jam mengajar. Jabatan merupakan tanggung jawab tambahan selain menjadi seorang guru. Kehadiran merupakan jumlah kehadiran yang dihitung setiap bulannya.
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 1, Gaji adalah hak yang diterima oleh guru atau dosen atau karyawan atas pekerjaannya dari penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan dalam bentuk finanasial secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3.      Guru
Tugas guru sebagai pengajar adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sampai tuntas sehingga siswa dapat memahaminya. Satu hal yang penting adalah guru dianggap orang yang paling pintar oleh siswanya, oleh karena itu, guru memerlukan persiapan yang matang agar dapat menyampaikan materi sebaik-baiknya (Mulyana, 2010).
Guru dalam pengertian sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik (Chotimah, 2008).
4.      Karyawan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), karyawan adalah orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, dsb) dengan mendapat gaji (upah) pegawai; buruh; pekerja.
Karyawan adalah orang yang bekerja dalam sebuah perusahaan atau instansi guna membantu kepentingan atau tujuan dari sebuah perusahaan atau instansi tersebut. Belum pernah terjadi begitu banyak karyawan yang mencapai begitu sedikit hasil dengan begitu banyaknya sumber daya seperti dewasa ini. Godaan untuk lalai belum pernah sedemikian besar. Ada ratusan cara yang dapat digunakan karyawan yang tidak termotivasi untuk mebuang-buang waktu dan untuk menurunkan produktivitasnya. Sejumlah upaya memboroskan waktu ini termasuk canggih, seperti permainan di internet, chatting dll. Pada jaman sekarang ketika karyawan yang semakin sedikit dituntut untuk berbuat lebih banyak, manajer tidak dapat menghindar untuk menangani produktivitas yang rendah dalam waktu yang lama. Karyawan lain tidak akan mendiamkan yang malas selamanya dan manajer tidak seharusnya tidak berharap kepada mereka akan begitu (Lestara, 2004).
5.      Penggajian Guru dan Karyawan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), penggajian guru dan karyawan adalah proses, cara, pembuatan membayar gaji (upah dsb) yang diberikan oleh instansi kepada guru maupun karyawan yang berupa uang.
Penggajian guru dan karyawan adalah pembayaran atas jasa yang diserahkan kepada guru dan karyawan yang bekerja sebagai manager atau pekerja yang diterima dalam bentuk uang berdasarkan waktu (Mulyadi, 2009).

6.      Basis Data
Basis data merupakan koleksi dari data-data yang terorganisasi dengan cara sedemikian rupa sehingga data tersebut mudah disimpan dan dimanipulasi. Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti tabel, indeks dan lain-lain). Disamping berisi atau menyimpan data setiap basis data mengandung/menyimpan definisi struktur (Yakub, 2012).
Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan/diorganisasi secara bersama, dalam bentuk sedemikian rupa, dan tanpa redudansi (pengulangan) yang tidak perlu supaya dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah untuk memenuhi berbagai kebutuhan (Utami, 2012).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem database mempunyai beberapa criteria yang penting, yaitu :
1)      Bersifat data oriented dan bukan program oriented
2)      Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah databasenya
3)      Dapat berkembang dengan mudah baik volume maupun strukturnya
4)      Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
5)      Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda
6)      Kerangkapan data (data redundancy) minimal


7.      Bagan alir (Flowchart)
Flowchart merupakan metode untuk menggambarkan tahap-tahap pemecahan masalah dengan mempresentasikan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti, mudah digunakan dan standar. Flowchart adalah untaian simbol gambar (chart) yang menunjukan aliran proses terhadap data (Suarga, 2006).
Tujuan utama penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol standar yang telah banyak digunakan pada penggambaran sistem flowchart (Suarga, 2006).
Tabel 2.1 Simbol Flowchart
No
Symbol
Keterangan
1.


Terminator,
Untuk memulai atau selesai.
2.


Proses
Menyatakan proses terhadap data.

3.

Input/output
Menerima input, menampilkan output

4.

Seleksi/pilihan
Memilih aliran berdasarkan syarat
5.


Disk storage
Untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk

6.
Predefined Data
Definisi awal dari variabel atau dari data

7.
Predefined Procces
Lambing fungsi atau sub program


No.

Tabel 2.1 Simbol Flowchart (Lanjutan)

 
Symbol
Keterangan
8.
Off-Page Connector
Penghubung halaman yang berbeda

9.
Off-Page Connector
Penghubung halaman yang berbeda

10.


Printer
Cetak ke printer

8.      Data Flow Diagram (DFD)
DFD (Data Flow Diagram) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi berupa lingkaran dan anak panah untuk menggambarkan arus data dari sistem (Jogiyanto, 2005). DFD sering juga digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misal lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design).
Tabel 2.2 Simbol Dalam DFD
Sumber (Jogiyanto, 2005)
Simbol
Keterangan
External entity (kesatuan) / boundry (batas sistem), untuk memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya.
Data Flow (arus data), untuk menggambarkan aliran data yang sedang berjalan.
Process (proses), untuk proses pengolahan atau transformasi data.

Tabel 2.2 Simbol Dalam DFD (Lanjutan)

 
Simbol
Ketarangan
Data Store (simpanan data), untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan.

9.      Normalisasi
Normalisasi (Normalize) merupakan  salah satu  cara atau pendekatan teknik yang digunakan dalam membangun desain lojik basis data relation dengan menerapkan sejumlah aturan dan criteria standar (Yakub, 2012).
Menurut (Utami, 2012) normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi table yang menunjukkan entitas sekaligus relasinya. Melalui normalisasi, kita akan mendesain basis data relasional menjadi suatu set data yang memenuhi criteria berikut ini :
a.       Membuat semua data penting yang dapat disediakan oleh basis data.
b.      Memiliki redundancy data yang sesedikit mungkin.
c.       Akomodasi multi value untuk tipe data yang diperlukan.
d.      Mengizinkan update data yang efisien dalam basis data.
e.       Terhindar dari bahaya kehilangan data yang tidak dikenal.
Pada proses normalisasi ini perlu dikenal definisi formal bentuk-bentuk normalisasi, yaitu :
a.       Bentuk Normalisasi Pertama (1NF/First Normal Form)
Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama apabila:
1)      Tidak ada baris data yang terduplikat atau berulang dalam tabel.
2)      Setiap sel memiliki nilai tunggal, artinya tidak ada perulangan group atau array.
3)      Data dalam kolom (atribut dan field) memiliki tipe data yang sejenis.
b.      Bentuk Normalisasi Kedua (2NF/Second Normal Form)
       Tabel dalam keadaan 2NF apabila tabel dalam keadaan 1NF dan semua atribut yang bukan kunci bergantung pada semua kunci dalam tabel. Dengan kata lain, 2 NF bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan parsial.
c.       Bentuk Normalisasi Ketiga (3NF/Third Normal Form)
       Tabel dalam keadaan 3NF apabila tabel sudah dalam keadaan 2 NF dan dalam tabel tersebut tidak ada ketergantungan transisif. Artinya sebuah field dapat menjadi atribut biasa pada suatu relasi tetapi menjadi kunci pada relasi lain. Setiap atribut yang bukan kunci haruslan bergantung hanya pada primary key.
d.      Bentuk Normalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
       Tabel dalam keadaan 3NF dan setiap determinan merupakan kunci kandidat. Determinan adalah suatu atribut/field atau gabungan atribut dimana beberapa atribut lain bergantung pada atribut tersebut. Pada tahap BCNF, kita harus menghilangkan kunci kandidat yang bukan merupakan determinan.
e.       Bentuk Normalisasi Keempat (4NF)
       Tabel dalam keadaan BCNF dan tidak ada ketergantungan multi value.

f.       Bentuk Normalisasi Kelima (5NF)
       Tabel dalam keadaan 4NF dan setiap ketergantungan join dalam tabel merupakan akibat dari kunci kandidat tabel.
g.      Bentuk Normalisasi Domain-key (DKNF)
       Tabel dikatakan dalam keadaan DKNF jika setiap constraint tabel merupakan akibat dari definisi kunci-kunci dan domain.
10.  Database Management System (DBMS)
Menurut (Utami, 2012) DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS  juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. DBMS merupakan antarmuka antara pengguna basis data (baik pengguna langsung maupun aplikasi) dengan data yang tersimpan.
Penyimpanan data dalam DBMS akan mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan menyimpan data dalam bentuk flat file atau spread sheet seperti:
a.       Performance
Jika data yang dikelola cukup besar dan basis data disimpan dalam flat file, performance yang didapatkan akan sangat jauh berbeda. Disamping unjuk kerja lebih baik, penggunaan DBMS akan menyebabkan efisiensi dalam hal media penyimpanan dan penggunaan memori.

b.      Integritas
Integritas data akan lebih terjamin dengan adanya DBMS, seperti misalnya masalah redudansi yang sering terjadi dalam data flat file.  
c.       Independensi
Perubahan struktur basis data memungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya. Sehingga pembuatan antarmuka kedalam data akan lebih mudah dengan adanya DBMS.
d.      Sentralisasi
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan basis data. Kemudahan melakukan bagi pemakai DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan dapat lebih terjamin daripada data disimpan dalam bentuk flat file ataupun worksheet yang tersebar.
e.       Security
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan untuk memberikan hak akses kepada pengguna dari pada keamanan dalam sistem operasi.
11.  Perangkat Lunak Yang dipergunakan
Menurut (Simarmata, 2010) perangkat lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak juga dapat dikatakan sebagai penerjemah perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan atau diproses oleh perangkat keras.
Dalam skripsi ini dipergunakan Microsoft Visual Basic 2010 Express dan software Microsoft SQL Server 2005.
a.       Microsoft Visual Basic 2010 Express
Microsoft Visual Basic 2010 Express adalah salah satu bagian dari Microsoft Visual Studio 2010 Express Family. Sebuah alat gratisan yang digunakan oleh pengembang windows dari berbagai level untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak diatas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Visual Basic menyediakan cara yang cepat dan mudah untuk membuat aplikasi (Aswan, 2012).
b.      Microsoft Sql Server 2005
SQL Server adalah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relation. Bahasa ini secara defacto adalah bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini dalam manajemen datanya. SQL Server 2005 merupakan salah satu produk dari Relational Database Management System (RDBMS) (Wahyudi, 2008).



B.     Penelitian Sebelumnya
1.      Arif dan Ishak (2011) melakukan penelitian dengan judul “Sistem Informasi Penggajian Guru Pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam”, tujuan penelitian ini adalah menciptakan suatu rancangan program penggajian yang dapat diaplikasikan pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam agar dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi pada sistem penggajian. Perangkat lunak yang digunakan Microsoft visual basic 6.0 sebagai pengolah data, microsoft acces 2003 sebagai pembuat database. Metode Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif yaitu metode dengan menggali permasalahan, menganalisis, mengumpulkan data dan mencari solusi yang mungkin dengan harapan memperoleh gambaran kinerja program yang direncanakan dan diimplementasikan kepada pengguna (user) disekolah. Sedangkan untuk pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Peneliti dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (flowchart) pada setiap proses. Dalam mendesain sistem peneliti hanya menggunakan satu diagram konteks yaitu DFD level 0. Dalam sistem ini dibuat absensi sebagai laporan data guru, dan dalam elemen gaji diberi elemen nik sebagai primary key dalam penghitungan penggajian. Peneliti juga menggunakan tabel mata pelajaran sebagai perhitungan honor perjam.
Persamaan penelitian Pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam dengan penelitian pada SMK Ma’arif NU Karanglewas adalah metode pengembangan sistem yang digunakan. Dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (flowchart) dan DFD untuk mendesain sistem. Penelitian Pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam terdapat nik sebagai nomor penermiaan gaji begitu juga dengan yang dilakukan peneliti pada SMK ma’arif NU 2 Karanglewas.   
Perbedaan penelitian pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam dengan penelitian SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas adalah dalam menggambar bagan alir pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam terdapat beberapa proses sedangkang pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas hanya terdapat satu proses bagan alir. Dalam mendesain sistem peneliti SMA PAB 11 Lubuk Pakam hanya menggunakan satu diagram konteks yaitu DFD level 0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan DFD level 0 sampai level 2. Peneliti pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam menggunakan tabel pelajaran untuk menghitung honor perjam sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas tidak menggunakan tabel mata pelejaran untuk menghitung honor perjam, pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam model absensi digunakan sebagai laporan kehadiran guru saja, sedangkan model absensi pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas sebagai penghitungan honor kehadiran.
2.      Prasetiyo (2011) melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Penggajian pada SMK Al-Firdaus Jakarta”, tujuan penelitian ini adalah :
1)      Mempermudah dan mempercepat pengolahan data penggajian
2)      Mengurangi masalah human error dalam perhitungan absensi dan gaji, sehingga meningkatkan akurasi data.
3)      Mengefisienkan kinerja staf Kepala Tata Usaha dan Bendahara.
4)      Memberikan kemudahan bagi pegawai dalam melihat informasi penghasilannya.
Dalam metode penelitian, peneliti menggunakan metode studi pustaka, studi lapangan, dan studi literature sejenis. Sedangkan untuk pengembangan sistem peneliti menggunakan metode Rapid Application Defelopment (RAD). Dalam perancangan sistem peneliti menggunakan Flowmap. Perangkat lunak yang dipergunakan adalah Macromedia Dreamweaver untuk desain, pemrograman, dan manajemen situ web. Dan MYSQL sebagai Database. Peneliti menggunakan tabel jabatan untuk menghitung honor jabatan, tabel absensi untuk melakukan absensi guru dan karyawan, tabel piket untuk menghitung honor piket, tabel mengajar untuk menghitung honor perjam mengajar guru, dan tabel honor untuk menentukan honor seperti honor perjam, honor piket, dan honor transport.
Persamaan penelitian pada SMK Al-Firdaus Jakarta dengan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas adalah proses pengolahan dalam tabel guru dan karyawan. Dengan nik sebagai primary key.
Perbedaan penelitian pada SMK Al-Firdaus Jakarta dengan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas adalah untuk pengembangan sistem peneliti pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan metode Rapid Application Defelopment (RAD) sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan metode waterfall. Dalam perancangan sistem peneliti pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan flowmap sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Flowchart. Perangkat lunak yang dipergunakan pada SMK Al-Firdaus Jakarta adalah Macromedia Dreamweaver sedangkan pada pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 untuk membuat sistem. Pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan mysql sebagai Database sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft SQL Server 2005 sebagai Database. Peneliti pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan tabel jabatan untuk menghitung honor jabatan sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan tabel gaji untuk menghitung honor jabatan, pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan tabel absensi sebagai absensi guru dan karyawan sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan absensi untuk menghitung honor kehadiran. Pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan honor transport sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas tidak menggunakan honor transport.
3.      Wardani (2012) melakukan penelitian dengan judul “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Penggajian Pegawai pada SMK Piri 1 Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah merancang suatu sistem dengan kemampuan mengelola data dan menyajikannya kepada pihak bendahara serta membangun sistem informasi yang digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam penggajian di SMK Piri 1 Yogyakarta. Perangkat lunak yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0 sebagai pengolah data, Microsoft SQL Server 2000 sebagai pembuat database. Dalam metode penelitian, peneliti menggunakan metode atau kerangka kerja PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Eficiency, Service). Sedangkan untuk mengembangkan sistem penulis menggunakan metode Deskriptif. Peneliti dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (Flowchart). Dalam penelitian ini tidak menggunakan absensi, namun peneliti menggunakan tabel jabatan, tabel tunjangan dan tabel potongan sebagai penghitungan honor gaji, dan dalam elemen gaji diberi elemen nik sebagai primary key dalam penghitungan penggajian dan penomoran penggajian. Peneliti juga tidak menggunakan tabel mata pelajaran sebagai perhitungan honor perjam. Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa sistem informasi penggajian pegawai SMK Piri 1 Yogyakarta berhasil dibangun dan layak diaplikasikan.
Persamaan penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta dengan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas adalah dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (Flowchart). Dalam mendesain sistem peneliti menggunakan diagram konteks DFD. Pada SMK Piri 1 Yogyakarta dalam elemen gaji diberi elemen nik sebagai primary key dalam penghitungan penggajian dan penomoran penggajian. Tidak terdapat tabel absensi untuk mencatat kehadiran guru.
Perbedaan  penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta dengan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas adalah dalam penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak menggunakan absensi, namun  menggunakan tabel jabatan, tabel tunjangan dan tabel potongan sebagai penghitungan honor gaji. penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak terdapat jumlah  mata pelajaran sebagai perhitungan honor perjam. Pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak menggunakan tabel absensi untuk mencatat kehadiran guru dan perhitungan honor kehadiran.
Berikut ini tabel matrik penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan di SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas.







Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya
No
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil Penelitian
Persamaan
Perbedaan
1.
Arif dan Iskak  
Sistem Informasi Penggajian Guru Pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam
2011
Waterfall
1.  Metode pengembangan sistem yang digunakan
2.  Dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (flowchart)
3.  Untuk mendesain sistem menggunakan DFD
4.  Nik sebagai nomor penermiaan gaji begitu  juga dengan yang dilakukan peneliti pada SMK ma’arif NU 2 Karanglewas.  
1.    Dalam menggambar bagan alir pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam terdapat beberapa proses sedangkang pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas hanya terdapat satu proses bagan alir.
Dalam mendesain sistem peneliti SMA PAB 11 Lubuk Pakam hanya menggunakan satu diagram konteks yaitu DFD level 0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan DFD level 0 sampai level 2.
2.    Peneliti pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam menggunakan tabel pelajaran untuk menghitung honor perjam sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas tidak menggunakan tabel mata pelejaran untuk menghitung honor perjam
 
No
Nama Peneliti

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)
 
Judul Penelitian
Tahun
Metode Pengembangan Sistem
Hasil Penelitian
Persamaan
Perbedaan






3.    Pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam model absensi digunakan sebagai laporan kehadiran guru saja, sedangkan model absensi pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas sebagai penghitungan honor kehadiran
Dalam pembuatan sistem peneliti  pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft Visual Studio 2010
4.    Peneliti  pada SMA PAB 11 Lubuk Pakam menggunakan Microsoft Acces 2003 sebagai Database sedangkan SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft SQL Server 2005 sebagai Database




No
Nama peneliti

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)
 
Judul penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil penelitian
Persamaan
Perbedaan






5.    Dalam mendesain laporan  peneliti  pada SMK Shandy Putra 2 Medan menggunakan Crystal Report 7.0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Crystal Report 13.07

2.
Prasetio
Pengembangan Sistem Informasi Penggajian pada SMK Al-Firdaus Jakarta
2011
Rapid Application Defelopment (RAD)
Pada SMK Al-Firdaus Jakarta  pada proses pengolahan data dalam tabel guru dan karyawan nik sebagai primary key. Begitu juga pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas.

1.    Metode pengembangan sistem pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan metode rapid Application Defelopment (RAD) sedangkan metode pengembangan sistem pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan metode waterfall.
2.    Dalam perancangan sistem peneliti pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan Flowmap sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Flowchart.
3.     Perangkat lunak yang dipergunakan untuk pada SMK Al-Firdaus Jakarta adalah
No
Nama peneliti

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)
 
Judul penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil penelitian
Persamaan
Perbedaan






Macromedia Dreamweaver sedangkan pada pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 untuk membuat sistem.
4.    Pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan mysql sebagai database sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft SQL Server 2005 sebagai databse.
5.    Peneliti pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan tabel jabatan untuk menghitung honor jabatan sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan tabel gaji untuk menghitung honor jabatan, pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan tabel absensi sebagai absensi guru dan karyawan sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan absensi untuk
No
Nama peneliti

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)
 
Judul penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil penelitian
Persamaan
Perbedaan






menghitung honor kehadiran. Pada SMK Al-Firdaus Jakarta menggunakan honor transport sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas tidak menggunakan honor transport.

3.
Wardani
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Penggajian Pegawai pada SMK Piri 1 Yogyakarta
2012
Deskriptif
1.    Dalam perancangan sistem menggunakan bagan alir (flowchart).
2.    Dalam mendesain sistem peneliti menggunakan diagram konteks DFD.
3.    Dalam elemen gaji diberi elemen nik sebagai primary key dalam penghitungan penggajian dan penomoran penggajian.
4.    Tidak terdapat tabel absensi untuk mencatat kehadiran guru.
1.    Metode pengembangan sistem pada  pada SMK Piri 1 Yogyakarta menggunakan metode deskriptif sedangkan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan metode waterfall
2.    Dalam penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak menggunakan absensi sebagai penghitungan  honor kehadiran sedangkaan pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan jumlah kehadiran dalam sebulan untuk menghitung honor kehadiran.
3.    Penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta  menggunakan tabel jabatan, tabel tunjangan dan tabel potongan sebagai penghitungan honor gaji sedangkan penelitian
No
Nama peneliti

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)
 
Judul penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil penelitian
Persamaan
Perbedaan






pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas honor jabatan dan tunjangan satu tabel dengan tabel gaji.
4.    Penelitian pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak tedapat jumlah mata pelajaran sebagai perhitungan honor perjam sedangkan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan menggunakan jumlah mata pelajaran sebagai perhitungan honor perjam.
5.    Pada SMK Piri 1 Yogyakarta tidak menggunakan tabel absensi untuk mencatat kehadiran guru dan perhitungan honor kehadiran sedangkan penelitian pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan jumlah kehadiran dalam satu bulan untuk perhitungan honor kehadiran.




No
Nama peneliti
Judul penelitian
Tahun
Metode pengembangan sistem
Hasil penelitian
Persamaan
Perbedaan






6.    Dalam pembuatan sistem peneliti  pada  SMK Piri 1 Yogyakarta menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft Visual Studio 2010.
7.    Peneliti  pada SMK Piri 1 Yogyakarta menggunakan Microsoft SQL Server 2000 sebagai Database sedangkan SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Microsoft SQL Server 2005 sebagai Database.
8.    Dalam mendesain laporan  peneliti  pada SMK Piri 1 Yogyakarta menggunakan Crystal Report 12.0 sedangkan peneliti pada SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas menggunakan Crystal Report 13.07

Tabel 2.3 Matrik Penelitian Sebelumnya (Lanjutan)